Musibah, Antara Teori Ilmiah dan Kehendak Allah

Khutbah Jum’at tentang Musibah

Khutbah Jum’at dengan Judul Musibah, Antara Teori Ilmiah dan Kehendak Allah disampaikan di Masjid Agung Darussalam Kamutar telu Center (KTC) Taliwang KSB NTB pada hari Jum’at, 3 Januari 2020, dengan tujuan mengajak jamaah untuk bersikap yang tepat ketika mendapat musibah bencana.

Alam bertasbih

Khutbah Pertama

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

إِنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه.

اللهُمَّ صَلَّ وَسَلِّمْ عَلىَ محمَّدٍ وَعَلى آلِهِ وَأَصْحاَبِهِ وَساَئِرِ مَنْ تَبِعَهُ.يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا  أَمَّا بَعْدُ

 

Sidang Jum’at rahimakumullah!

Beberapa hari ini kita menyaksikan beberapa fenomena alam yang muncul beruntun. Ada hujan petir, tiupan angin yang kencang, gerhana matahari di akhir tahun, kemudian di awal tahun kita dikejutkan dengan berita banjir.

Beberapa fenomena alam yang terjadi tersebut memang bisa dijelaskan secara ilmiyah teorinya. Gerhana matahari contohnya, bisa dijelaskan secara teoritis terjadi karena matahari, bulan, dan bumi berada pada garis lurus dan letak bulan pada posisi tertentu terhadap bumi.

Hembusan angin bisa dijelaskan secara teoritis terjadi karena perbedaan temperatur suatu tempat dengan tempat lainnya, dimana angin akan berhembus dari tempat yang suhunya lebih rendah menuju tempat yang suhunya lebih tinggi.

Demikian pula dengan fenomena petir, hujan, dan banjir, semuanya dapat dijelaskan secara teori, bahkan kejadian gempa bumi, tsunami, gelombang tinggi, dan erupsi gunung berapi dapat diprediksi secara teori ilmiah.

Teori ilmiyah tersebut didapatkan setelah kajian dan penelitian terhadap ayat-ayat takwiniyah, yakni peredaran bumi, bulan, dan matahari, baik di poros masing-masing, maupun peredaran revolusinya masing-masing; serta terhadap ayat-ayat tanziliyyah, yakni Al-Qur’an, di antaranya pada QS. Ar-Rahman ayat 5:

الشمس والقمر بحسبان

Matahari dan bulan beredar menurut perhitungan.

Peredaran matahari, bulan, dan bumi, serta planet dan seluruh alam yang tetap pada jalur edar dan waktunya mengikuti hukum alam atau sunnatullah. Dampak dari peredaran inilah yang kemudian memunculkan adanya pergantian siang dan malam, pergantian musim, perbedaan suhu, hembusan angin, terbentuknya awan dan mega, muncunya kilat, dan petir, dan seterusnya, dan seterusnya.

Para ilmuwan pun kemudian menemukan bahwa keteraturan gerak edar seluruh benda langit ditopang oleh penataan sistem gravitasi masing-masing benda langit dengan kekuatan yang berbeda-beda.

Semuanya merupakan tanda-tanda wujud dan keagungan Allah. Saat itu hendaknya kita sebagai makhluk yang berakal berucap:

رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هذَا بَاطِلاً سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau ciptakan semua ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.
(QS. Ali Imran 191)

Sidang Jum’at rahimakumullah!

Namun, fakta yang terjadi banyak yang membuktikan bahwa teori ilmiyah tersebut seringkali tidak pas, tidak tepat, bahkan seringkali fenomena alam datang secara tiba-tiba tanpa terprediksi sebelumnya.

Para ilmuwan pun bertanya-tanya, Kenapa bisa meleset prediksi mereka yang sudah dihitung secara cermat? Pasti ada faktor X yang berpengaruh.

Faktor X tersebut adalah fakta bahwa sebenarnya peredaran benda-benda langit, bahwa sebenarnya bumi, air, dan angin, semuanya adalah makhluk Allah yang senantiasa bertasbih, senantiasa taat kepada Allah.

تُسَبِّحُ لَهُ السَّمَاوَاتُ السَّبْعُ وَالأَرْضُ وَمَنْ فِيهِنَّ، وَإِنْ مِنْ شَيْءٍ إِلاَّ يُسَبِّحُ بِحَمْدِهِ وَلَكِنْ لاَ تَفْقَهُونَ تَسْبِيحَهُمْ، إِنَّهُ كَانَ حَلِيمًا غَفُورًا

Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada didalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti mereka. Sesungguhya Dia adalah maha penyantun lagi maha Penyayang.” (QS. Al-Isra’:44)

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَالْفُلْكِ الَّتِي تَجْرِي فِي الْبَحْرِ بِمَا يَنْفَعُ النَّاسَ وَمَا أَنْزَلَ اللَّهُ مِنَ السَّمَاءِ مِنْ مَاءٍ فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِنْ كُلِّ دَابَّةٍ وَتَصْرِيفِ الرِّيَاحِ وَالسَّحَابِ الْمُسَخَّرِ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan. (QS. Al-Baqarah 164).

Inilah faktor X tersebut, yakni bahwa alam ini senantiasa tunduk, taat, bertasbih dan memuji Allah, bahkan sujud kepada-Nya.

 

Sidang Jum’at rahimakumullah!

Bagaimana jika seandainya Allah Sang penguasa alam marah dan murka? Marah karena terlalu banyaknya dosa yang diperbuat oleh manusia. Marah karena terlalu besarnya kerusakan yang terjadi di atas muka bumi ini. Murka karena kezaliman sudah terjadi dimana-mana tanpa rasa takut lagi.

Bagaimana jika Allah lantas mewahyukan kepada alam ini agar bergerak, agar bertindak, agar bereaksi terhadap segala dosa yang terjadi? Bukankah alam ini akan segera menaati apa pun yang diperintahkan oleh Sang Pencipta yang senantiasa mereka puji dan sucikan dengan tahmid dan tasbih mereka?

Bukankah ketaatan alam kepada Allah merupakan faktor pelengkap terjadinya semua fenomena alam?

Barangkali angin berhembus kencang karena perintah dari Allah. Barangkali petir adalah reaksi marah udara ketika Allah marah. Barangkali banjir adalah cara air berupaya menghukum manusia yang terlalu banyak durhaka kepada Allah. Barangkali…

Tetapi ketika semua bencana tersebut masih menyisakan kehidupan bagi manusia, sesungguhnya Allah masih memberi peringatan, Allah masih memberi kesempatan agar manusia menjadi sadar, menjadi insyaf, mengingat kepada dosa dan kesalahan, kemudian bertaubat kepada Allah Sang Maha Pengampun dan Penerima Taubat.

 

Sidang Jum’at rahimakumullah!

Bagi kita di Taliwang ini, di KSB ini, marilah kita pandai-pandai menangkap isyarat dan peringatan dari Allah. Marilah kita berupaya bersama-sama untuk mencegah kemarahan alam kepada kita, agar tidak terjadi bencana yang menimpa kita.

Dalam hal ini, Rasulullah s.a.w. sudah mengajarkan kepada kita:

  1. Perbanyak istighfar, meminta ampun kepada Allah atas dosa-dosa kita.
  2. Perbanyak sedekah untuk mengundang rasa iba dan kasih Allah kepada kita.
  3. Kita tinggalkan dosa-dosa, baik yang kecil apalagi yang besar agar Allah mencintai kita.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah Kedua

الحمدُ ِلله، والصلاةُ والسلامُ علىُ رسولِ الله وعلى آلِهِ وصَحْبِهِ ومَنْ وَالاَه، أشهد أن لا إلهَ إِلاَّ اللهُ وحْدَهُ لاَ شَريِكَ لَه جَلَّ ِفيْ عَلاَه، وأشهد أن محمداً عَبْدُهُ ورسُولُه ومجْتَباه، صلى اللهُ عليهِ وعلى آلِهِ وصحبِه حمَلَةِ دَعْوَتِهِ وَهُدَاه. أما بعد

أيها المسلمون ـ اتقوا الله حَقَّ التَّقْوَى، ورَاقِبُوهُ في السِّرِّ والنَّجْوَى

يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِيِّ ، يَآ أَيُّهاَ الّذَيْنَ آمَنُوْا صّلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْماً

اللهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِناَ ُمحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِهِ وَأَصْحاَبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْساَنٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ.

اللّهُمَّ اغْفِرْ للِمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِناَتِ، وَالمُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلماَتِ، اْلأَحْياَءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ أَنْتَ سمِيْعٌ قَرِيْبٌ مجِيْبُ الدَّعَواَتِ وَقاَضِيَ اْلحاجاَتِ.

اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ ، وَأَهْلِكِ الْكَفَرَةَ وَاْلمُبْتَدِعَةَ وَالْمُشْرِكِيْنَ ، أَعْدَاءَكَ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ

رَبَّناَ آتِناَ فيِ الدُّنْياَ حَسَنَةً وَفيِ اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِناَ عَذاَبَ الناَّرِ

سُبْحاَنَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَماَّ يَصِفُوْنَ وَسَلاَمٌ عَلىَ اْلمُرْسَلِيْنَ وَالحمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعاَلمِيْنَ

عِباَدَ اللهِ ! إِنَ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْساَنِ وَإِيْتاَءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَخْشاَءِ وَاْلمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ

فَاُذْكُرُوْا اللهَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَاسْألُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أكْبَر، وَالله ُيَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ، أقِيْمُوْا الصَّلاَةَ

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Mari berbagi
  •  
  • 30
  •  
  •  
  •  
  •  
    30
    Shares
  • 30
    Shares
Komentar Anda:
Close Menu