Buku Catatan Amal #4: Sistem Digital di Padang Mahsyar

Padang Mahsyar

Lanjutan dari Buku Catatan Amal #3

Pertanyaan ketiga adalah mengenai panggilan manusia.

 

Sistem Panggilan Manusia di Padang Mahsyar

Yang saya pahami dari pertanyaan ini adalah bahwa banyak manusia yang memiliki nama yang sama, bahkan sampai nama bapak dan kakeknya pun sama. Hal tersebut tidak mustahil atau bisa saja terjadi.

Nama Muhammad, contohnya, merupakan nama yang paling banyak dipakai oleh kaum muslimin. Jika ada sejuta orang yang memiliki nama Muhammad dan nama bapak dan nama kakek mereka pun sama. Jika nama Muhammad dipanggil, maka orang manakah yang dimaksud dari sejuta orang tersebut? Ataukah mereka maju bersama-sama?

Sebelum menjawab tentang Muhammad mana yang dimaksud dari sejuta orang yang bernama Muhammad, kita tengok lagi ke dalam Al-Qur’an khususnya kepada ayat-ayat dimana Allah menjawab keraguan orang-orang kafir kepada kebangkitan manusia pada hari kiamat kelak. Pertanyaan orang kafir memang logis seperti yang disitir oleh Allah di dalam Al-Qur’an (QS. Yasin 78): “Siapakah yang dapat menghidupkan tulang-belulang, yang telah hancur luluh?”. Ada beberapa ayat lain yang senada. Seakan-akan rasional tetapi miskin ilmu, karena tidak disertai dengan iman. Jika mereka “terpaksa” menerima kebangkitan di hari kiamat kelak, mereka “memaksakan” teori bahwa yang bangkit adalah ruh tanpa jasad.

Allah menjawab keragu-raguan orang-orang kafir tentang kebangkitan jasad langsung setelah pertanyaan dari orang-orang kafir tersebut, di antaranya adalah yang tertera dalam QS. Al-Qiyamah: 3 – 4:

اَيَحْسَبُ الْاِنْسَانُ اَلَّنْ نَّجْمَعَ عِظَامَهٗ ۗ بَلٰى قٰدِرِيْنَ عَلٰٓى اَنْ نُّسَوِّيَ بَنَانَهٗ

Apakah manusia mengira bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang-belulangnya? (Bahkan) Kami mampu menyusun (kembali) jari-jemarinya dengan sempurna.

Kita renungkan jawaban Allah yang tertera di ayat 4 Surat Al-Qiyamah di atas. Allah menyebutkan menyusun jari-jemari saat membangkitkan manusia dari kematian. Apa maksudnya?

Ayat di atas pada masa kemajuan teknologi ini dijadikan sebagai dalil atas hakekat sidik jari yang ditemukan oleh ilmu pengetahuan. Sila baca Mukjizat Al-Qur’an tentang Sidik Jari.

DNADari pembahasan sebelumnya sudah kita pahami bahwa setiap manusia memiliki keunikan pada sekujur tubuhnya dengan DNAnya yang unik, bahwa manusia senantiasa meninggalkan jejaknya di bumi selama hidupnya dengan melepas partikel-partikel dari tubuhnya, dan bahwa semuanya terekam dan tercatat. Partikel-partikel tersebut tetap membawa kode-kode unik yang terus menempel – secara digital – pada setiap partikel yang lepas dari tubuh manusia. Dengan bekal itu maka bisa dipahami pula bahwa jika jasad manusia setelah mati hancur lebur, namun setiap serpihan dari jasad manusia tetap mengandung kode digital yang tidak lepas sampai kiamat kelak. Dengan kode-kode digital itulah setiap serpihan tubuh manusia yang sudah hancur tersebut dikumpulkan, dibentuk lagi, dan dihidupkan lagi dengan mengembalikan ruh ke jasad masing-masing.

Kata kuncinya adalah kode digital dari DNA yang unik pada setiap individu manusia. Maka Muhammad yang satu memiliki kode DNA yang berbeda dengan Muhammad yang lain, dan ketika Muhammad yang satu dipanggil dengan menyertakan kode DNAnya yang unik, maka Muhammad yang lain tetap menunggu karena mereka tahu bukan mereka yang dimaksud atau dipanggil.

 

Bahasa yang digunakan di Padang Mahsyar

Sebagai tambahan. Ada juga yang bertanya tentang bahasa komunikasi di Padang Mahsyar nanti khususnya dan di akherat pada umumnya, apakah bahasa Arab? Bagaimana dengan mereka yang selama hidupnya tidak pernah mendengar bahasa Arab, atau yang pernah melihat tulisan Arab tetapi tidak paham bahasa Arab?

Lagi-lagi… kemajuan teknologi informasi dan komunikasi memberi jalan yang lebar untuk memahami dengan mudah berita ghaib di masa yang akan datang.

Saat ini sudah banyak aplikasi penerjemah yang kadang tidak sabar untuk menerjemahkan kata-kata yang kita tuliskan, menerjemahkan ke dalam banyak bahasa (utama) di dunia. Bahkan, yang lebih maju lagi, sudah banyak aplikasi penerjemah dengan suara yang segera menerjemahkan ucapan yang kita ucapkan. Demikianlah kira-kira gambaran komunikasi di Padang Mahsyar kelak, semua orang akan mudah memahami setiap ucapan yang dikatakan oleh para malaikat.

 

Akhirnya, Allahu a’lamu bis shawab. Hanya Allah yang paling mengetahui hakekat yang sebenarnya.

Mari berbagi
  •  
  • 29
  •  
  •  
  •  
  •  
    29
    Shares
  • 29
    Shares
Komentar Anda: