Buku Catatan Amal #3: Saksi Digital.

Saksi Digital

Lanjutan dari Buku Catatan #2

Pertanyaan kedua adalah mengenai anggota tubuh yang menjadi saksi atas amal perbuatan manusia.

 

Anggota Tubuh yang Bersaksi menurut Al-Qur’an

Anggota tubuh yang disebutkan di dalam Al-Qur’an akan bersaksi pada hari kiamat kelak ada enam, yaitu:

  1. Tangan
  2. Kaki (Lihat QS. Yasin 65).
  3. Pendengaran
  4. Penglihatan
  5. Kulit (Lihat QS. Fushshilat 20 – 22)
  6. Lidah (Lihat QS. An-Nur 24)

Para mufassir, berdasarkan beberapa hadits tentang ayat-ayat tersebut di atas, menjelaskan bahwa anggota tubuh tersebut betul-betul bicara atas kuasa Allah, sebagaimana yang secara eksplisit disebutkan dalam QS. Fushshilat 21

وَقَالُوْا لِجُلُوْدِهِمْ لِمَ شَهِدْتُّمْ عَلَيْنَا ۗقَالُوْٓا اَنْطَقَنَا اللّٰهُ الَّذِيْٓ اَنْطَقَ كُلَّ شَيْءٍ

Dan mereka berkata kepada kulit mereka, “Mengapa kamu menjadi saksi terhadap kami?” (Kulit) mereka menjawab, “Yang menjadikan kami dapat berbicara adalah Allah, yang (juga) menjadikan segala sesuatu dapat berbicara.”

Sebagian ulama menambahkan kesaksian bumi atas perbuatan manusia (Lihat QS. Al-Zalzalah 4).

Pertama, sikap yang tepat adalah kita wajib mengimani apa yang dituturkan oleh Al-Qur’an dan Hadits Nabi. Kita imani kemahakuasaan Allah untuk menciptakan dan melakukan apa saja yang Dia kehendaki.

Kedua, kita tadabburi kandungan Al-Qur’an dan Hadits tentang persaksian anggota tubuh dan bumi atas perbuatan manusia. Apakah persaksian tersebut disampaikan secara verbal, yakni bahwa anggota tubuh dan bumi berkata-kata seperti mulut dan lidah kita berkata-kata? Ataukah persaksian tersebut disampaikan dalam bentuk lain?

Jika kembali kepada pemahaman kita bahwa buku catatan amal perbuatan manusia berbentuk buku digital dan bahwa proses perekaman amal perbuatan manusia oleh malaikat pencatat amal dilakukan dengan proses digital, maka kesaksian pun mungkin saja terlaksana dengan proses digital pula.

 

Sepintas tentang Biometrik

Untuk mendekatkan pemahaman, mari kita renungkan beberapa ilustrasi berikut:

Pertama, ketika kita melihat isi kartu memori, maka yang akan kita lihat bisa jadi berupa tulisan, gambar, atau pun video. Apakah tulisan, gambar, atau video yang kita lihat itu masih original atau sudah diedit? Teknologi saat ini sudah dapat membantu manusia untuk mengujinya. Sebuah dokumen pasti melekat padanya jejak digital tentang waktu, pemilik, ukuran, dan lain-lainnya.

Kedua, teknologi identifikasi saat ini sudah sangat canggih. Sudah lama kita mengenal sidik jari yang secara ilmiyah menyatakan bahwa setiap manusia memiliki sidik jari yang unik, meskipun sangat mirip tetapi selalu saja ada keunikan yang membedakan satu sidik jari dengan sidik jari lainnya, bahkan dua orang anak yang terlahir kembar identik pun memiliki sidik jari yang berbeda.

Perkembangan studi biometrik menjadikan identifikasi dengan sidik jari bukan satu-satunya anggota tubuh yang bisa dipindai. Para ahli forensik dan biometrik sudah menemukan dengan akurasi yang sangat tinggi bahwa beberapa anggota tubuh manusia lain memiliki keunikan seperti halnya jari-jari tangan. Bahkan dengan kemajuan teknologi kamera saat ini, bagian tubuh manusia yang unik tersebut dapat dipindai dari jarak tertentu, jadi tidak harus seseorang menyentuh alat pemindainya. Anggota tubuh tersebut antara lain:

  1. Tangan: garis telapak, bentuk jemari, dan garis pada ujung jari.
  2. Kaki: garis telapak dan bentuk jemari.
  3. Telinga: Lekuk daun telinga.
  4. Mata: retina dan selaput pelangi.
  5. Bibir: kerut bibir.
  6. Lidah: Bentuk dan tekstur.
  7. Gigi: ukuran, bentuk, dan komposisi kandungannya.
  8. Suara: frekuensi dan intensitas suara.
  9. Cara berjalan: gaya dan tekanan kaki.

Sila layari https://www.boldsky.com/insync/pulse/body-parts-that-are-as-unique-as-your-fingerprints-130860.html atau laman lain di internet.

Secara global, keunikan yang melekat pada setiap individu dari tubuh manusia tersebut terbentuk dari komposisi DNA (Deoxyribo Nucleic Acid), suatu asam nukleat yang menyimpan informasi genetika makhluk hidup. Setiap orang memiliki DNA unik.

Ketiga, manusia selalu meninggalkan jejak pada benda yang disentuhnya, sengaja atau tidak, seperti sidik jari, tapak tangan, tapak kaki, atau tapak bagian tubuh yang lain. Hal ini ditegaskan pula oleh Al-Qur’an QS. Yasin: 12

اِنَّا نَحْنُ نُحْيِ الْمَوْتٰى وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوْا وَاٰثَارَهُمْ

Sungguh, Kamilah yang menghidupkan orang-orang yang mati, dan Kamilah yang mencatat apa yang telah mereka kerjakan dan jejak-jejak mereka.

 

Kembali ke proses persaksian. Setelah manusia menerima buku catatan amalnya dan membacanya, Allah memberi hak kepada manusia untuk melakukan pembelaan diri. Ayat-ayat tentang persaksian anggota tubuh memberi isyarat bahwa ada manusia yang tidak mengakui apa yang tercatat di buku amal perbuatannya. Mungkin saja manusia akan mengatakan bahwa catatan itu sudah dimanipulasi, gambar dan video itu sudah diedit dan diubah, itu wajah saya tapi bukan tubuh saya, saat itu saya tidak berada di tempat itu, dan lain sebagainya.

Dengan sistem digital, dicarilah waktu dan tempat kejadian. Sangat cepat dan mudah, karena semua keterangan tentang suatu peristiwa menempel ketat pada catatan peristiwa. Kemudian dicari bagian khusus yang tidak diakuinya, seperti tangannya, atau kakinya, atau bagian tubuh yang lain dengan ciri khas yang unik atau dengan kode DNA yang unik, dan sekejap mata ditemukan datanya yang mengungkap fakta tak terbantahkan. Inilah model pemahaman tentang proses kesaksian tubuh dan bumi terhadap amal perbuatan manusia secara digital.

Sekali lagi… Ini adalah upaya mendekatkan pemahaman tentang rentetan peristiwa saat pengadilan dengan pendekatan teknologi informasi dan komunikasi. Wallahu a’lamu bis showab.

 

Berlanjut ke Buku Catatan Amal 4: Sistem Digital di Padang Mahsyar.

Mari berbagi
  •  
  • 28
  •  
  •  
  •  
  •  
    28
    Shares
  • 28
    Shares
Komentar Anda: