9. Zakat dan Shadaqah. Blessed Zealous Entrepreneurship

Hikmah Zakat dan Shadaqah

Zakat merupakan salahsatu rukun Islam yang menjadi kewajiban harta bagi kaum muslimin. Ayat tentang kewajibannya adalah:

خُذْ مِنْ أَمْوَٰلِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِم بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّ صَلَوٰتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْ ۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. At-Taubah: 103)

Terdapat dua jenis zakat:

  1. Zakat fitrah yang merupakan zakat diri atau jiwa. Dibayarkan sekali setahun di akhir bulan Ramadhan sebelum Shalat Idul Fitri. Dibayarkan dalam bentuk bahan makanan pokok (beras) seberat minimal 2,5 kg atau dalam bentuk uang senilai harga beras tersebut. Karena merupakan zakat diri atau jiwa maka  wajib bagi setiap kaum muslimin yang hidup pada waktu penunaian fitrah.
  2. Zakat Mal atau harta yang diwajibkan atas setiap muslim yang memiliki harta melebihi batas minimal. Batas minimal tersebut disebut nishab.

Secara etimologi, zakat berarti kesucian, pertumbuhan. Secara terminologi berarti pengeluaran sebagian harta dengan cara dan kadar yang ditentukan oleh syariat. Hukumnya wajib setiap tahun hijriyah.

Shadaqah berarti pengeluaran sebagian harta yang cara dan kadarnya tidak ditentukan oleh syariat. Sepenuhnya sesuai kehendak dan kebijakan pemilik harta. Hukumnya sunnah.

Sesuai arti asalnya maka di antara hikmah zakat dan shadaqah adalah sebagai berikut:

  1. Mensucikan harta dari hak orang-orang yang berhak.
  2. Mensucikan jiwa dari sifat-sifat tercela seperti kikir, egois, hedonis, dan sebagainya.
  3. Wujud rasa syukur atas nikmat harta yang dikaruniakan oleh Allah.
  4. Penyebab tumbuh kembangnya harta.
  5. Menjalin hubungan horizontal dengan sesama manusia.

Zakat Mal atau harta diwajibkan atas beberapa jenis harta yang dapat dikelompokkan sebagai berikut:

  1. Pertanian: tanaman berupa butiran seperti padi, gandum, jagung, palawija.
  2. Peternakan: unta, sapi, kerbau, kambing.
  3. Emas, perak, dan uang atau kertas berharga.
  4. Niaga atau bisnis atau tijarah.
  5. Tambang
  6. Barang temuan
  7. Profesi.

Zakat disalurkan ke orang-orang yang berhak menerima yang disebut dengan mustahiq. Ada 8 kelompok mustahiq berdasarkan Al-Qur’an surat At-Taubah: 60

  1. AshnafFaqir
  2. Miskin
  3. Amil
  4. Orang yang ditarik hatinya.
  5. Fir Riqab. Orang yang hendak memerdekakan diri dari ketertawanan.
  6. Orang yang terlilit hutang
  7. Fi Sabilillah. Orang yang bekerja untuk kepentingan agama.
  8. Ibnu Sabil. Musafir yang kehabisan bekal perjalanan.

Agar distribusi zakat bagi para mustahiq menjadi lebih praktis, lebih teratur, dan lebih berdayaguna, didirikanlah lembaga amil zakat secara resmi oleh Pemerintah dengan nama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), dan oleh organisasi masyarakat Islam seperti Muhammadiyah dengan nama Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Muhammadiyah (LAZISMU), Nahdlatul Ulama’ (NU) dengan nama Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah NU (LAZISNU), Dompet Duafa, dan lain sebagainya.

 

Zakat Tijarah

Zakat Tijarah adalah zakat yang dikenakan atas setiap bentuk usaha yang perhitungannya didasarkan atas kekayaan usaha yang dimiliki secara penuh dalam waktu satu tahun.

Dalil kewajibannya adalah ayat Al-Qur’an:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا أَنفِقُوا مِن طَيِّبَاتِ مَاكَسَبْتُمْ وَمِمَّآأَخْرَجْنَا لَكُم مِّنَ اْلأَرْضِ

“Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kalian”. (QS. Al-Baqarah: 267)

Kekayaan usaha yang menjadi dasar perhitungan adalah seluruh aset lancar dikurangi seluruh kewajiban lancar dalam 1 tahun hijriyah. Jika nilai selisih antara aset lancar dan kewajiban lancar mencapai batas minimal wajib zakat yang disebut dengan Nishab, maka usaha tersebut wajib zakat.

Nishabnya adalah seharga nishab emas, yaitu 85 gram dengan harga aktual. Kadarnya 2,5%.

Contoh kasus:

Laporan keuangan akhir tahun 2019 UD. BAROKAH mencatat bahwa total nilai aset lancar Rp 225.500.000,-; kewajiban lancar Rp 57.500.000,-

Dasar harta wajib zakat: 225.500.000 – 57.500.000 = 168.000.000

Harga emas pada saat itu Rp 700.000,- per gram, sehingga nilai nishab (85 gram emas) adalah Rp 59.500.000,-

Karena nilai harta wajib zakat lebih besar daripada nilai nishab, maka UD BAROKAH wajib mengeluarkan zakat sebesar 2,5% dari nilai harta wajib zakat, yaitu sebesar Rp 4.200.000,-

Zakat

Baca materi Kewirausahaan selengkapnya.

Mari berbagi
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Komentar Anda: