7. Resiko. Earning at Lurking Risk

Pengertian Resiko

resikoApakah resiko itu?

Setiap usaha pasti akan menghadapi ketidakpastian alami (natural uncertainty) di antara tiga kondisi: positive return jika kegiatan usaha menghasilkan keuntungan; no return jika hasil kegiatan usaha impas; dan negative return jika hasil kegiatan usaha adalah kerugian. Kondisi pertama memang diharapkan, sedangkan dua kondisi berikutnya merupakan kondisi yang tidak diharapkan. Kondisi yang tidak diharapkan itulah yang sering dikenal dengan resiko usaha.

Resiko Usaha berarti suatu keadaan yang tidak dikehendaki yang mungkin akan terjadi mengiringi suatu kegiatan usaha.

Ditinjau dari sumbernya, faktor penyebab timbulnya resiko usaha dapat dikelompokkan menjadi tiga:

  1. Economic Factors, yaitu resiko yang timbul dari dinamika ekonomi. Contoh: Terjadi inflasi dengan tingkat yang cukup tinggi sehingga menyebabkan turunnya daya beli (purchase power) masyarakat; kenaikan harga bahan bakar minyak atau tarif dasar listrik yang mengakibatkan melonjaknya biaya produksi sehingga berdampak kepada kenaikan harga barang; persaingan bisnis; dan lain sebagainya.
  2. Natural Factors, Resiko yang timbul dari alam. Contoh: bencana alam yang mengakibatkan bergesernya komoditi yang menjadi prioritas; temuan tentang tingkat polusi lingkungan hidup oleh bahan-bahan kimia yang menyebabkan lahirnya regulasi tentang bahan produksi; timbulnya pandemi global yang menggeser komoditi prioritas; dan lain sebagainya.
  3. Human Factor. Resiko yang timbul karena manusia. Contoh: perubahan gaya hidup dan trend; human error dalam proses produksi dan pemasaran; ketidaktepatan manajemen; penipuan pihak lain; dan lain sebagainya.

Mengamati faktor-faktor penyebab timbulnya dapat dikelompokkan menjadi dua jika ditinjau dari aspek pengendaliannya:

  1. Bisa dikendalikan, yaitu resiko yang timbul dari faktor yang berada di bawah kuasa pemilik usaha. Biasanya timbul dari faktor manusia.

Langkah pengendaliannya berupa analisis, evaluasi, dan langkah strategis agar resiko dapat dihindari atau dikendalikan.

  1. Tidak bisa dikendalikan, yaitu resiko yang berasal dari faktor-faktor yang berada di luar kuasa pemilik usaha, seperti faktor ekonomi global, faktor alam, dan faktor manusia lain seperti para pemasok, pesaing, dan pelanggan.

Langkah yang harus diambil adalah analisis, evaluasi, dan langkah strategis untuk menyesuaikan diri dengan resiko yang mungkin terjadi.

 

Analisis Resiko

Dalam upaya menghadapi resiko yang bisa dikendalikan perlu dilakukan analisis yang komprehensif pada beberapa aspek usaha sebagai berikut:

  1. Aspek keuangan. Analisis yang terkait aspek keuangan meliputi biaya operasional usaha, tingkat laba/rugi, biaya pelunasan pokok pinjaman beserta bunga/bagi hasil, dan sebagainya. Langkah strategis utama dalam menghindari adalah dengan kebijkan efisiensi.
  2. Aspek sumberdaya manusia. Analisis faktor sumberdaya manusia meliputi ketersediaan tenaga selama masa operasional usaha, ketepatan kerja, suasana kerja, dan sebagainya. Langkah strategis utama dalam menghindari adalah perhatian yang cukup kepada kepuasan kerja, khususnya yang terkait dengan keberadaan standar operasional prosedur (SOP) dan hubungan manajerial.
  3. Aspek produk. Analisis yang terkait dengan aspek produk meliputi harga, masa kadaluarsa, spesifikasi, daya tahan, hadirnya produk baru yang memiliki keunggulan, dan sebagainya. Langkah strategis untuk menghindari adalah survey produk dalam upaya peningkatan mutu dan teknologi produksi. Dibutuhkan kreativitas dan daya inovasi yang berkelanjutan.
  4. Aspek bahan baku. Analisis terkait bahan baku meliputi harga, ketersediaan, dan hubungan dengan pemasok. Langkah strategi utama adalah menjada hubungan baik dengan pemasok.
  5. Aspek Pasar. Analisis terkait pasar meliputi efektivitas pemasaran, keseimbangan antara penawaran dan permintaan, keberadaan pasar oligopoli, besaran pangsa, dan sebagainya. Langkah strategis yang dapat dilakukan adalah menjaga eksistensi di pasar dengan selalu melakukan survey pasar.
  6. Aspek pelanggan. Analisis yang berkaitan dengan faktor pelanggan adalah kesetiaan pelanggan, besaran pembelian pelanggan, dan sebagainya. Langkah utama untuk menghindari adalah meningkatkan kepuasan pelanggan dan menjaga hubungan dengan pelanggan. Survey kepuasan harus dilakukan secara berkelanjutan.
  7. Aspek pesaing. Analisis terkait dengan faktor pesaing meliputi jumlah pesaing, tingkat inovasi pesaing dalam produksi dan pemasaran, kapasitas pesaing, dan sebagainya. Langkah strategis utama adalah paduan dari langkah-langkah strategis pada semua faktor sebelumnya.

Ukur ResikoMereka yang selalu dibayang-bayangi ketakutan terhadap kecelakaan lalu-lintas, tidak akan pernah bisa pergi jauh. Mereka yang terlalu sembrono dalam berlalu-lintas pun bisa jadi tak sampai ke tempat yang jauh. Agar perjalanan jauh dapat ditempuh, diperlukan keberanian yang dibangun di atas kehati-hatian. Begitulah cara yang benar dalam menghadapi resiko dalam kegiatan usaha.

Baca Kewirausahaan selengkapnya.

Mari berbagi
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Komentar Anda:
Close Menu