6. Pemodalan. Invest in The Great Success!

Jenis Modal

ModalKekayaan awal sebuah usaha adalah modal yang menjadi penopang utama kegiatan usaha. Ada empat jenis modal:

  1. Modal Intelektual. Berupa ide, gagasan, strategi, dan kecerdasan bisnis. Termasuk di dalamnya kemampuan manajerial dalam menjalankan usaha.
  2. Modal Sosial. Berupa kepercayaan dan dukungan masyarakat, pelanggan, kolega, dan pemerintah.
  3. Modal Moral. Berupa mental kejujuran, keberanian menghadapi resiko dan tantangan, tekad yang kuat, dan sebagainya.
  4. Modal Material. Berupa uang dan harta lainnya yang dapat digunakan untuk menjalankan usaha.

Meskipun Modal Intelektual, Sosial, dan Moral tidak bisa dinilai dengan angka, namun seringkali ketiganya memiliki andil yang lebih besar dalam keberhasilan suatu usaha daripada Modal Material.

Modal material terdiri dari dua jenis:

  1. Modal tetap. Semua jenis aset fisik yang tidak habis dipakai untuk produksi barang atau jasa, memiliki umur ekonomi yang cukup panjang (lebih dari umur buku keuangan), dan memiliki nilau susut yang diperhitungkan setiap tahun. Contoh: tanah, bangunan, peralatan, kendaraan, dan sebagainya.
  2. Modal kerja. Dana yang digunakan untuk menjalankan kegiatan usaha.

 

Sumber Modal

Dari aspek kepemilikan, ada tiga macam:

  1. Modal sendiri. 100% bersumber dari kekayaan sendiri.
  2. Modal pinjaman. Ada porsi yang bersumber dari pinjaman.
  3. Modal saham. Terbentuk dari saham beberapa orang.

Modal sendiri bisa berasal dari kekayaan sendiri, bisa juga dari dana hibah atau bantuan modal, baik dari pemerintah ataupun dari perusahaan dalam bentuk dana CSR (Company Social Responsibility).

Menggunakan 100% modal sendiri adalah rekomendasi utama bagi mereka yang memulai usaha.

Rekomendasi kedua jika modal sendiri tidak cukup adalah saham. Bentuknya sebagai berikut:

  1. Kerjasama dengan perorangan seperti keluarga, sahabat, atau orang lain. Beberapa orang sepakat memulai usaha baru dan bersama-sama menanamkan modal yang kemudian dihitung porsi masing-masing. Modal para pihak tetap menjadi modal sampai ada pihak yang menarik diri, maka modal yang bersangkutan dikeluarkan dari modal usaha ditambah laba atau dikurangi rugi hasil usaha.
  2. Kerjasama dengan lembaga perbankan (syari’ah) dalam bentuk mudharabah. Dalam hal ini bank bertindak sebagai investor ke dalam usaha perorangan. Bank mencukupi kekurangan modal yang dibutuhkan, kemudian dihitung porsi modal pemilik usaha dan porsi modal bank.
  3. Kerjasama dengan Lembaga Pemodalan. Ada banyak lembaga pemodalan yang didirikan dengan tujuan untuk menggiatkan kewirausahaan, baik yang didirikan oleh pemerintah seperti Lembaga Pemodalan Kewirausahan Pemuda (LPKP) yang didirikan oleh Kementerian Pemuda dan Olah Raga RI, Pemodalan Nasional Madani (PNM) yang merupakan sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN), ataupun oleh perusahaan seperti PT. Sarana NTB Ventura.

Rekomendasi terakhir adalah modal yang bersumber dari pinjaman. Untuk ini harus diperhitungkan dengan cermat terkait dengan masa pengembalian pinjaman, tingkat bunga/bagi hasil, dan besaran pinjaman.

 

Baca Kewirausahaan selengkapnya.

Mari berbagi
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Komentar Anda: