2. Mulai Usaha. From Zero to Hero

Kiat Memulai Usaha

Untuk memulai usaha ingat kata pepatah: Perjalanan panjang selalu diawali dengan langkah pertama. Mimpi indah yang panjang hanya menjadi impian jika tidak diiringi dengan langkah nyata.

Ada orang takut naik pesawat karena membayangkan kekhawatiran jika pesawat yang dinaikinya jatuh. Ada yang takut naik kapal karena dibayangi kekhawatiran kapal akan tenggelam. Ada yang takut naik mobil karena dibayangi kehawatiran kecelakaan. Akhirnya tidak pergi kemana-mana. Sementara itu banyak orang yang menikmati panorama awan dari balik jendela pesawat, menikmati keindahan laut dari atas geladak kapal, menikmati keindahan alam dari balik jendela mobil.

Tinggal memilih saja, hidup dalam bayang-bayang ketakutan? Atau menikmati kehidupan sambil mengendalikan bayang-bayang?

Untuk mengendalikan bayang-bayang, terdapat beberapa kiat untuk memulai usaha, untuk menjadi wirausahawan, sebagai berikut:

  1. Pasang niat dan bulatkan tekad!

Banyak orang yang berkeinginan dan mengungkapkan keinginannya untuk mengunjungi Ka’bah dan Ziarah makam nabi dalam kesempatan umrah dan haji. Tapi hingga puluhan tahun keinginannya hanya tetap menjadi keinginan yang tak kunjung terwujud. Ternyata keinginannya tidak dikukuhkan dengan niat dan tekad.

Banyak kasus minteri tentang kekuatan spiritual daripada niat. Karena niat, jalan yang sempit seakan-akan melebar, jarak yang panjang seakan-akan memendek, dinding yang tebal seakan-akan tembus. Tentu yang dimaksud disini adalah niat yang menjadi obsesi yang menggebu-gebu.

Dalam hal ini, tentu misteri niat itu tidak bisa dijadikan acuan keberhasilan yang bisa digeneralisir pada semua orang. Karena lebih banyak lagi orang yang memulai mewujudkan niatnya dengan langkah nyata sehingga peran niat menjadi kabur. Hal itu karena manusia hanya bisa menyaksikan apa yang kasat mata. Tetapi niat yang kuat pasti sudah tertancap di sanubari para wirausahawan sukses. Mereka memulai usaha dengan niat dan tekad yang kuat.

  1. Tentukan usaha apa yang akan dilakukan!

Menentukan bidang bisnis yang akan digeluti merupakan bentuk dari memulai sesuatu dengan langkah pertama. Fokus kepada bidang yang akan digeluti akan membuat pola pikir menjadi tertata secara sistematis. Ini sebagai langkah awal. Bukan tidak boleh melakukan diversifikasi bisnis.

Sangat penting untuk memulai usaha dengan bidang yang selaras dengan passion yang dimiliki.

PassionPassion tidak identik dengan hobi atau kegemaran, sehingga tidak semua hobi atau kegemaran bisa disebut passion. Passion pun bukan obsesi.

Passion berasal dari bahasa Inggris yang berarti: gairah. Secara terminologi passion berarti kecenderungan jiwa terhadap sesuatu yang bisa membuat jiwa sangat bersemangat di saat menggeluti sesuatu tersebut, merasa bahagia dan merasa kenikmatan batin ketika mendapatkan sesuatu tersebut, dan tidak pernah merasa bosan terhadap sesuatu tersebut.

  1. Rancang dan bangun!

Banyak jalan menuju Roma. Kalau kita dari Jakarta, kita bisa ke Roma lewat jalur ke Amerika dulu, atau jalur ke Makkah dulu, atau jalur ke Mesir dulu, atau jalur ke Beijing dulu, jika memang tidak ada jalur langsung ke Roma tanpa transit. Tetapi jalur manakah yang paling pendek dan paling singkat? Jalur manakah yang paling menguntungkan? Jalur manakah yang paling sesuai dengan kondisi keuagan kita?

Itulah pentingnya rancangan. Agar langkah-langkah kita tidak tersesat, dan agar tidak melakukan hal yang tidak perlu dilakukan. Ketika memulai usaha, semuanya mesti efektif dan efisien.

  1. Pilih waktu yang pas!

Jangan jual es di musim dingin!

Nasehat di atas memang bijak. Senikmat apa pun semangkok es campur, segila apa pun penggemar es campur, mereka akan menahan diri untuk meminum es di musim dingin, karena tubuh mereka memang sedang membutuhkan suhu yang hangat.

Tetapi bagaimana jika bisnis kita memang tentang es?

Waktu dan kondisi lingkungan memang memberi pengaruh cukup besar bagi dunia bisnis. Tetapi bukan satu-satunya faktor yang berpengaruh. Masih ada faktor-faktor lain yang berpengaruh, termasuk di antaranya adalah faktor keinginan pembeli untuk membeli. Inilah tantangan wirausahawan.

Untuk memulai usaha, nasehat di atas memang sangat bijak.

  1. Libatkan orang-orang dekat!

Sebaiknya tidak berjalan sendirian. Bisnis sebenarnya merupakan salahsatu bagian kecil dari interaksi antar manusia. Interaksi berupa dialog, berbagi pandangan, berjalin tangan. Hal itu akan memperkuat posisi.

Orang dekat adalah pasangan, anak, orangtua, saudara, keluarga, termasuk sahabat.

Bukankah bisnis perlu promosi, dan promosi terbaik pasti akan disebarkan oleh orang-orang dekat. Bukankah dukungan orang-orang dekat mengandung harapan dan doa?

  1. Siapkan modal segera setelah memiliki dana!

KeuanganModal bukan segalanya, yang penting trust, kepercayaan.

Betul… itu bagi mereka yang sudah dipercaya oleh pemilik modal. Para pemula membutuhkan modal. Tidak terlalu banyak, sekedar cukup untuk memulai, baik untuk persediaan ataupun operasional. Sebaiknya modal sendiri dan menghindari utang di tahap awal.

  1. Buat rekening terpisah!

Manajemen keuangan bagi pebisnis hukumnya wajib.

Penataan keuangan harus dilakukan sejak tahap awal. Sejak penyiapan modal, pengadaan peralatan dan bahan, biaya opersional, sampai kepada hasil penjualan dan perhitungan laba. Untuk itu rekening bisnis harus terpisah dari rekening pribadi. Tidak ada keperluan pribadi yang boleh diambil dari rekening bisnis.

Lantas apa gunanya bisnis jika tidak bisa menikmati hasilnya?

Siapa bilang tidak bisa? Pada waktu yang ditentukan dilakukan pemindahbukuan dari rekening bisnis ke rekening pribadi. Yang dipindahbukukan adalah laba usaha, entah 100% atau 10%. Laba yangsudah dimasukkan ke rekening pribadi itulah yang bisa dinikmati. Lebih dari itu dianggap utang yang wajib dibayar.

  1. Kuatkan nilai jual produk dan layanan!

Pembeli adalah raja.

Tapi penjual bukan budak. Penjual hanya pelayan yang memberikan service yang memuaskan pembeli. Karena jika pembeli puas, maka kantongnya (nyata ataupun digital) bisa dikosongkan.

Agar pembeli puas, maka dua hal yang harus menjadi perhatian: produk dan layanan.

Layanan merupakan bentuk interaksi yang memberi pengaruh sangat kuat kepada pembeli agar mau membeli suatu produk. Bahasa yang santun memang bagus, tapi bahasa yang tegas tetapi sopan lebih bagus, karena dalam ketegasan tersebut tercermin kejujuran, kesesuaian produk, dan kejelasan transaksi. Termasuk dalam pelayanan yang baik adalah penawaran produk yang bermutu.

Ada pembeli yang puas dengan produk sekedarnya, tapi ada pula yang mengharapkan produk yang bermutu. Produk yang bermutu bisa karena memang bahan utamanya adalah sesuatu yang bermutu, tapi ada juga yang bahan utamanya biasa tetapi dimodifikasi dan diupgrade sehingga menjadi produk yang bermutu.

Keputusan pembeli untuk jadi membeli atau batal membeli merupakan hak asasi pembeli yang tidak boleh diganggu-gugat. Keputusan itu bisa dipengaruhi tetapi tidak boleh dipaksa. Dan jika keputusan akhirnya adalah batal membeli, keputusan itu wajib dihormati dengan raut muka dan suara yang manis. Karena sikap akhir itu akan memberi kesan yang mendalam bagi pembeli.

Nilai produk adalah salah satu kunci rahasia para wirausahawan.

  1. Undang banyak orang ketika launching!

Dunia harus tahu apa yang kita lakukan, sehingga dunia tahu siapa kita.

Jangan dibalik menjadi: Dunia harus tahu siapa kita sehingga dunia tahu apa yang kita lakukan. Biarlah dunia mengetahui kita dari karya kita.

Ketika mereka membutuhkan kaos mereka segera mencari kita karena mereka tahu kita memroduksi kaos. Bukan mereka mencari kita lantas bertanya: apa yang kita jual atau apa yang kita produksi? Pencarian yang pertama adalah pencarian yang disertai keyakinan, sedangkan pencarian kedua adalah pencarian yang penuh keraguan.

  1. Jangan ragu memberi free sampling atau give away!

Pernah lihat tabung parfum yang di luarnya tertulis “for test”? Pernah melihat promosi aplikasi komputer yang di bagian bawah tertulis: “Free try for 30 days!”?

Itu adalah model promosi agar pelanggan merasakan secara riil manfaat dari produk yang kita jual. Tapi ingat, keberanian untuk memberi free sampling harus didasari oleh keyakinan bahwa produk yang dijual memang memenuhi mutu yang diharapkan oleh konsumen. Berani diadu dengan produk lain yang sejenis.

Jangan pelit untuk free sampling ini. Karena studi pemasaran bisnis telah membuktikan bahwa 25% sampai 30% mereka yang pernah mendapatkan free sampling pasti akan membeli produknya. Tapi samplingnya jangan terlalu besar, apalagi seukuran produk aslinya. Itu sedekah namanya.

  1. Manfaatkan media sosial untuk memulai gebrakan

Dunia saat ini sudah ada dalam genggaman, bukan karena ukuran dunia menyusut menjadi kecil, tapi dunia memang sudah dapat dilihat dari smartphone yang ada dalam genggaman.

Cobalah foto pekarangan rumah kita yang biasa-biasa saja, kemudian upload ke internet, pasti akan kelihatan seperti panorama yang indah. Itu bagian dari the magic of photographs.

Zaman sekarang, apalagi masa mendatang, kehidupan sudah sulit dilepas dari internet dan media sosial. Maka berbisnis masa kini dan masa depan akan lebih cerah jika memanfaatkan media sosial secerah foto pekarangan rumah kita. Wirausahawan di era teknologi 4,0 tidak bisa lepas dari media sosial.

Ingat: Kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah anda.

 

Baca materi kewirausahaan dalam Kewirausahaan.

Mari berbagi
  •  
  • 5
  •  
  •  
  •  
  •  
    5
    Shares
  • 5
    Shares
Komentar Anda: