1. Kewirausahaan. The Bravery

WIRAUSAHA DAN WIRASWASTA

Ada dua kata yang seolah-olah memiliki arti yang sama tetapi sebenarnya  kandungan makna yang berbeda, yaitu kata kewirausahaan dan kewiraswastaan. Masyarakat umum lebih akrab dengan kata wiraswasta.

Wira berasal dari bahasa Sangskerta yang berarti manusia unggul, berani, berjiwa besar, pahlawan, dan makna-makna lain yang senada.

Swa: sendiri

Sta: berdiri

Usaha: suatu upaya, baik berupa gerak fisik, olah pikir, ataupun olah hati, untuk memperoleh sesuatu yang diinginkan. Dalam dunia ekonomi, usaha dimaknai dengan suatu upaya produktif untuk mendapatkan nilai tambah ekonomi.

JIka kata-kata tersebut digabungkan maka timbul pemahaman baru yang sebagai berikut:

Wiraswasta berarti usaha mandiri, usaha seseorang untuk menciptakan sumber penghidupannya sendiri. Dalam hal ini, siapa pun yang mampu melakukan dan memiliki usaha mandiri yang dengan usahanya itu dia mendapatkan pendapatan atau penghasilan, bisa disebut sebagai wiraswastawan, meskipun seandainya dia pun seorang karyawan di lembaga pemerintah atau swasta/non-pemerintah.

Seorang petani yang menanam padi dan palawija adalah seorang wiraswastawan; Seorang guru atau pelatih privat adalah wiraswastawan; seorang pengrajin – apapun bentuk keterampilannya – yang mampu menjual hasil karyanya adalah seorang wiraswastawan; seorang nelayan adalah wiraswastawan; Apalagi mereka yang berbisnis dalam bidang apa pun, pada skala apa pun, adalah seorang wiraswastawan.

Apa bedanya dengan kewirausahaan?

Kewirausahaan adalah jiwa, semangat, kemampuan untuk mengelola sumber-sumber yang ada untuk mencapai kesuksesan yang disertai dengan kreativitas dan inovasi, bahkan ide-ide yang tidak biasa.

Petani adalah wiraswastawan, tapi belum tentu seorang wirausahawan; karena petani wirausahawan adalah mereka yang tidak bercocoktanam secara tradisional ataupun konvensional, tetapi petani yang berani melakukan perubahan dalam pola pertaniannya sehingga dia mendapatkan penghasilan yang tidak seperti para petani lainnya.

Pedagang bakso adalah wiraswastawan, tapi belum tentu wirausahawan; Pedagang bakso wirausahawan akan melakukan sesuatu yang “aneh” atau mungkin dianggap “gila” sehingga usahanya memberikan pernghasilan yang lebih.

Nelayan adalah wiraswastawan, tapi Nelayan wirausahawan bukan sekedar turun melaut dengan perahu di waktu malam dan pulang saat subuh dengan ikan hasil tangkapannya kemudian istirahat seperti para nelayan yang lain. Nelayan wirausahawan akan melanjutkannya dengan sesuatu yang membuat hasil tangkapan ikannya memberi nilai tambah yang sangat besar dibandingkan dengan hasil yang didapat oleh para nelayan yang lain.

Begitulah seterusnya… Tidak semua wiraswastawan adalah wirausahawan. Untuk menjadi wirausahawan diperlukan sesuatu yang lebih dan tidak biasa dibandingkan dengan yang lainnya.

Wirausaha lebih unggul dari wiraswasta. Karena sedikit orang yang bisa melakukan wirausaha, maka yang akrab dalam masyarakat umum adalah wiraswasta.

 

KARAKTERISTIK WIRAUSAHAWAN

Bila diamati dari para wirausahawan sukses, dapat disimpulkan karakteristik yang mereka miliki adalah sebagai berikut:

  1. Percaya diri: kemandirian, optimisme, kemantapan pribadi.

I canKeyakinan dan kepercayaan kepada diri sendiri merupakan bekal utama yang harus dimiliki oleh seorang wirausahawan. Keyakinan pasti diiringi oleh optimisme dan kepribadian yang mantap, stabil, dan tidak mudah goyah oleh tanggapan orang lain.

Resep Harland Sanders akhirnya disukai di seluruh dunia dan dikunsumsi oleh hampir 1 milyar orang setelah dia menawarkan resepnya dengan sepenuh keyakinan selama dua tahun, ditertawakan dan ditolak lebih dari 1000 kali. Resep rahasia Kentucky Fried Chicken.

  1. Orientasi tugas dan hasil: tekad, kerja keras, energik, tekun dan tabah.

Sikap yang wajib dimiiki oleh seorang wirausahawan adalah kerja keras dengan tekun dan tabah. Fikirannya selalu memikirkan bagaimana cara sukses tanpa peduli posisinya tertinggal oleh kompetitor.

Macintosh atau lebih dikenal dengan Mac adalah contoh kebangkitan perusahaan komputer yang pernah bangkrut kalah bersaing dengan Windows. Kejatuhannya justru membuatnya bangkit lebih tinggi dengan Apple untuk komputer bagi para high-class, bahkan merambah ke smartphone iPhone, iPad, dan rombongannya.

  1. Berani mengambil resiko: punya perhitungan yang matang, punya kemampuan solusi untuk masalah.

confidentUsaha pasti menghadapi kemungkinan sukses dan kemungkinan gagal. Resiko kegagalan inilah yang ditakuti oleh banyak orang sehingga tidak berani berusaha. Para usahawan adalah mereka yang berani menghadapi resiko dan berhasil mengatasinya, tentu dengan perhitungan yang matang dan kemampuan untuk mencari langkah solutif yang tepat dalam menghadapi setiap kondisi yang datang tiba-tiba.

Sempat tertinggal jauh dari pesaingnya di pasaran handphone yang saat itu dikuasai oleh Nokia, Sony Ericsson, Motorola, dan lainnya, Samsung yang sejak awal hendak memperkenalkan touchscreen handphone dengan sistem Android tidak surut walau harus mengorbankan banyak sumberdayanya.

  1. Kepemimpinan: mampu membuat orang lain mengerjakan sesuatu dengan suka hati, memiliki manajemen.

Pemimpin yang sebenarnya bukan  mereka yang bisa berkerja sendirian, bukan juga mereka yang hanya pandai memberi perintah. Pemimpin yang sebenarnya adalah mereka yang mampu membuat orang lain melakukan suatu pekerjaan dengan sukacita. Kepemimpinan seperti itulah yang dimiliki oleh para usahawan

Kerja tim yang kompak dan penuh motivasi adalah salahsatu kunci sukses yang dipegang oleh Bill Gates (Microsoft) dan Mark Zuckerberg (Facebook).

  1. Originalitas: inovasi, kreativitas, fleksibilitas.

Para usahawan seringkali dianggap “gila” karena ide-ide mereka yang dianggap aneh, tidak lazim, dan tidak biasa.

Iwan Fals, Ebiet G. Ade, dan Rhoma Irama di tahun 1970an dianggap sebagai para pemusik gila ketika mereka menawarkan konsep musik yang aneh di telinga masyarakat. Namun akhirnya mereka menjadi idola bagi para pecinta musik pada genre masing-masing.

  1. Visioner: Orientasi masa depan, pandai mengambil pelajaran dari masa lalu, berfikir out of the box.

out of the boxJeli melihat peluang, para usahawan memiliki wawasan masa depan yang tepat.

Tokopedia yang dirintis oleh William Tanuwijaya pada tahun 2009, Buka Lapak oleh Achmad Zaky pada tahun 2010, dan Gojek oleh Nadiem Makarim pada tahun 2010 adalah contoh kemampuan para milenial dalam melihat jauh ke depan, saat kehidupan sudah dikuasai oleh dunia internet dan teknologi 4,0.

 

Beberapa contoh yang disebutkan di atas barangkali justru menimbulkan kesan keliru karena yang tampak saat ini adalah kesuksesan mereka. Banyak orang tidak membaca cerita perjuangan mereka, sehingga muncullah beberapa mitos tentang kewirausahaan. Berikut contoh mitos tersebut:

  1. Wirausahawan adalah mereka yang nekad menerjang resiko tinggi.
  2. Wirausahawan adalah pemilik perusahaan.
  3. Inovasi adalah gagasan besar.
  4. Hanya orang genius yang bisa menjadi usahawan.
  5. Wirausahawan dilahirkan, bukan hasil latihan.

Jawaban atas mitos tersebut bisa dibaca di materi ajar kewirausahaan.

TAHAPAN CIPTA WIRAUSAHA

Sekali lagi, bila diamati dari para wirausahawan sukses, dapat disimpulkan bahwa mereka tidak bermain sulap dengan merapal mantera sim salabim adakadabra lantas usahanya terwujud dalam kondisi sukses besar.  Mereka pun tidak memiliki jin seperti jin sahabat Aladin dalam dongeng 1001 Malam yang dapat mewujudkan segala sesuatu dalam sekejap mata. Kesuksesan para wirausahawan selalu menempuh tahapan-tahapan yang secara garis besar dapat disebutkan sebagai berikut:

  1. Imitasi dan duplikasi

Tahap awal adalah meniru. Ide atau gagasan orang lain diikuti dan ditiru untuk dipelajari lebih dalam, dikenal lebih baik, dan dipahami seluk-beuknya.

  1. Modifikasi dan pengembangan

Setelah mengetahui seluk-beluk suatu gagasan, diketahui bagian mana titik-titik lemah dan mana titik-titk kuat dilakukan modifikasi dengan sesuatu yang baru.

  1. Cipta dan kreativitas.

KreatifPerubahan, perbaikan, penambahan, atau kalau perlu pengurangan terhadap suatu gagasan agar menjadi lebih baik dan lebih kuat diwujudkan sebagai seuah gagasan baru.

Pisang goreng adalah makanan camilan yang sudah ada sejak dahulu. Pisang dikupas dan dipotong menjadi dua bagian, dicelupkan pada adonan tepung yang diberi gula dan sedikit garam, lantas digoreng hingga masak. Dimodifikasi…. Tidak lagi dicelup ke dalam adonan tepung, tapi langsung digoreng, setelah masak ditaburi dengan serutan keju dan serbuk coklat. Jenis makanan baru tercipta!

 

Baca materi kewirausaan selengkapnya di Kewirausahaan.

Mari berbagi
  •  
  • 3
  •  
  •  
  •  
  •  
    3
    Shares
  • 3
    Shares
Komentar Anda:
Close Menu